karomah uqbah bin nafi

karomah uqbah bin nafi
Uqbah bin Nafi' ialah seorang penakluk tanah Afrika. Ia dilahirkan di Mekkah pada masa-masa Rasulullah masih hidup yaitu pada tahun pertama sebelum hijrahnya beliau ke Madinah. Ibunya termasuk dari kaum Adnan yang telah masuk Islam, oleh karena itu Uqbah hidup dan tumbuh dalam lingkungan Islam dan menjelma menjadi seorang panglima Islam yang kuat dan beriman.
Kekuatan yang diperoleh Uqbah tak lepas dari ketaatannya kepada Allah. Sebagaimana ucapan Ibnul Qayyim, "Gunakanlah setiap anggota tubuh untuk taat kepada Allah. Itu akan memperkuat tubuh kita. Apabila kita menggunakannya untuk mendurhakai Allah maka itu akan melemahkan tubuh kita."
Kalimat Ibnu Qayyim ini menunjukkan bahwa Allah akan membantu hamba-Nya yang beriman dengan seluruh bala tentaranya, baik itu dari kalangan malaikat, jin, manusia, hewan, tetumbuhan, alam dan seluruh ciptaan-Nya.
Hal ini dibuktikan ketika Uqbah bin Nafi' ingin membangun kamp di tengah hutan yang rimbun.
Sebelum memulai pembangunan, ia menunaikan shalat dua rakaat dan berkata, "Wahai binatang buas, wahai binatang liar, wahai ular berbisa! Kami adalah tentara Muhammad, kami ingin membangun kamp disini, maka pergilah."
Beberapa menit kemudian, semua hewan di daerah itu pergi dan meninggalkan hutan. Di kemudian hari, tempat yang dibangun oleh Uqbah bin Nafi' ini dikenal dengan nama Kairouan (Al Qayrawan) yang terletak di Tunisia bagian utara.
Pada periode kekhalifahan Umayah, kota ini menjadi pusat bagi Islam dan pusat pembelajaran Al-Qur'an sehingga menarik sejumlah besar Muslim dari berbagai belahan dunia, selain kota Mekkah dan Madinah.
Asal nama kota ini dari bahasa Arab kairuwn, dan dari bahasa Persia krvn, yang berarti "kamp militer/sipil ". Kota ini termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO karena nilai sejarah yang dimilikinya.
Begitulah faedah dari mematuhi seruan Allah, segala urusan kita sebagai seorang hamba menjadi urusan-Nya pula. Hingga keberkahan pelakunya dapat dirasa meski telah tutup usia. (DOS)

No comments:

Syekh KH.Muhammad Arsyad Al Banjari