SYEKH KH.MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI (DATU PALAMPAYAN)
DATU PALAMPAYAN
Maulana
syekh Muhammad Arsyad adalah seorang ulama yang sangant berpengaruh dan
mempunyai peran penting dalam sejarah pengembangan siar agana Islam,khususnya
di bumi Kalimantan .Seorang yang sangat gigih mempertahankan dan mengembangkan
faham Ahlus Sunah Wal jama'ah dengan faham Asy'ariah untuk Ilmu Tauhid,dan
Mazhab Imam syafi'i untuk bidang Ilmu fiqih.Beliu juga seorang mufti (penasehat
agama) pada Kesultanan Banjar,dan juga seorang penulis yang produktif.
Maulana
syekh Muhammad Arsyad ketika kecilnya bernama ja'far,adalah anak tertua dari
lima bersaudara hasil perkawinan Abdullah dengan siti aminah.Adapun anak
Abdullah dengan Siti Aminah adalah:
1. haji
Muhammad Arsyad
2. Haji
Zainal Abidin
3. Abidin
4. Diang
Panangah
5. Normin
Sejak kecil,
tepatnya paa umur sekitar 7 tahun Muhammad Arsyad kecil sudah fasih dalam
membaca Al-Quran.Bakat tulis-menulis juga sudah mulai nampak terlihat padanya
dikala itu.Karenanya beliau dipelihara dan dikumpulkan oleh sultan bersama
dengan anak-anak dan cucu-cucu keluarga kerajaan
Karena bakat
dan kepandaian beliau dalam mempelajari ilmu agama,maka menjelang usia 30 tahun
Muhammad Arsyad diberangkatkan ketanah suci Mekkah untuk memperdalam ilmu agama
dengan biaya sultan (kerajaan),karena sultan berharap dengan ilmu yang
diperolehnya ditanah suci itu kelak akan dapat membimbing dan mengajarkan
kepada rakyat Banjar dan sekitarnya dalam hal ke agamaan (Islam)
Di tanah
Suci Mekkah dan Madinah beliau belajar kepada para ulama yang terkenal, antara
lain:
1. Syekh
Athaillah bin Ahmab Al-Mihsri Al-Azhar
2. Sekh
Muhammad bin Sulaiman Al-Kurdi.Madinah.(pengarang kitab Hawasyil
madaniyyah)
3. Syekh
Muhammad bin Abdul Karim As-Sammany Al-Madany,dalam bidang
tasawuf yang
akhirnya mendapatkan Ijazah dengan kedudukan Khalifah
(wakil).
4. Syekh
Ahmad bin Abdul Mun'im Ad-Damanhuri.
5. Syekh
Sayyid Abul Faydi Muhammad Murtadha' Az-Zabidi
6. Syekh
Hasan bin Ahmad 'Akisy Al-Yamani
7. Syekh
Salim bin Abdullah Al-Bashr.
8. Syehk
Shiddiq bin Umar Khan.
9. Syekh
Abdullah bin Hijazi bin Asy-Syarqawi
10. Syekh
Abdurrahman bin Abdul Aziz Al-Maghrabi.
11. Syekh
Sayyid Abdurrahman bin Sulaiman Al-Ahdal.
12. Syekh
Abdurrahman bin Abdul Mubin Al-Fathani.
13. Syekh
Abdul Ghani bin Syekh Muhammad Hilal.
14. Syekh
'Abid As-Shindi.
15. Syekh
Abdul Wahab Ath-thanthawi.
16. Syekh
Maulana Sayyid Abdurrrahman Mirghani.
17. Syekh
Muhammad bin Ahmad Al-jawahir.
18. Syekh
Muhammad Zayn bin Faqih Jalaludin Aceh.
Ketika di
Mekkah beliau berkenalan dan bersahabat dengan penuntut-penuntut setengah
air,antara lain: Abdul Wahhab Bugis dari Makasar,Abdus Samad dari Palembang
(pengarang kitab Siyarus Salikin dan Hidayatus Salikin) dan Abdur Rahman Masri
dari Betawi (jawi).Konon di Mekkah itu pula sempat berkenalan dan sekaligus
berguru kepada Datu Sanggul (Abdus Samad),yang pada akhirnya beliu diberi kitab
yang terkenal dengan sebutan Kitab Barencong oleh Datu Sanggul.
Setelah
lebih 30 tahun belajar ditanah suci beliau akhirnya dapat menguasai keahlian
diberbagai bidangilmu agama seperti:ilmu fiqih,ilmu tasawuf,usul fiqih,cabang
-cabang bahasa Arab seperti: nahwu,sharaf,balaghah dan lain-lain,serta ilmu
falak (astronomi) dan ilmu umum seperti politik serta pemerintahan . Selesai
mempelajari yang disebut diatas beliau pulang ketanah air bersama
kawan-kawannya.
Sebenarnya
beliau dan kawan - kawan tidak ingin pulang ketanah air tetapi ingin
melanjutkan belajar di Mesir,namun maksud tersebut terpaksa dibatalkan karena
Syekh sulaiman Al-kurdi menyatakan bahwa ilmu mereka sudah dalam dan luas,lebih
penting pulang ketanah air untuk memberi pelajaran dan membimbing masyarakat
didaerah masing-masing.
akhirnya
mereka menuruti nasehat guru mereka itu.Setiba ditanah betawi (Jakarta)
Muhammad Arsyad dan kawan-kawan disambut oleh para ulama dan orang banyak
dengan gembira. Selama 60 hari berada di betawi (jakarta),beliau berkunjung
kebeberapa mesjid.Berikut beberapa karamah (keahlian)yang beliau miliki,beliau
dapat membetulkan arah kiblat mesjid yang kurang tepat.mesjid yang beliau
perbaiki arahkiblatnya adalah mesjid Jembatan Lima,Mesjid Luar Batang, dan
Mesjid Pekojan.
Selanjutnyabeliau
menuju banjar masin dengan menumpang kapal Belanda. Sampai ditengah laut
jawa.kapten kapal bertanya. "ya Tuan haji besar! berapakah kedalaman laut
jawa ini?" kata kapten kapal.(Haji Bear adalah gelar kehormatan bagi tuan
guru yang menuntut ilmu di tanah Suci Mekkka). Sebelum menjawab beliau
memandangi air laut jawa tersebut,kemudian beliau berkata "200
meter"jawab syekh Muhammad Arsyad.
Kapten kapal
tersebut tidak langsung percya dengan jawaban Syekh Muhammad Arsyad
itu,kemudian dia mengambil meteran panjang dan mengukur kedalaman air laut
tersebut.Setelah diukur ternyata kedalaman air laut tersebut tepat 200
meter,sedikitpun tidak kurang atau lebih, Kapten kapal Belanda itu
menggelengkan kepala mendengar jawaban Syekh Muhammad Arsyad. "tuan Haji
Besar, asnda orang hebat !" puji kapten kapal..'Dari warna airnya,bila air
laut berwarna putih kebiruan kedalamannya 200 meter,seperti laut jawa ini bila
kebiru-biruan maka kedalamannya mencapai 2000 meter,dan bila berwarna biru
kedalamannya mencapai 2000 meter lebih' jawab Syekh Muhammad Arsyad dengan
mantap."Tuan ,Betul".kata kapten kapal belanda itu kagum akan
kecerdasan dan ilmu yang dimiliki beliau.
Pada bulan
Ramadhan 1186 h. (1773 M.) sampailah beliau ditanah Banjar. Kedatangan beliau
disambut meriah oleh kerajaan beserta seluruh masyarakat.
Supaya Syekh
Muhammad Arsyad leluasa mengembangkan ilmu yang telah diperolehnya ,oleh sultan
Tahmiddulah II beliau diberi sebidang tanah belukar diluar kota Martapura
,tepat di tepi sungai menuju Banjarmasin.tanah belukar itu dijadikan
perkampungan tempat tinggal dan ditempat itu pula beliau dapat mengajarkan
ilmu-ilmu yang yang telah didapatnya dengan membuka pengajian-pengajian.
Disamping mengajar beliau juga seorang pengarang yang produktif,beliau
mengarang kitab-kitab agama untuk bahan pelajaran bagi para penuntut ilmu,
seperti:
1. Sabillal
Muhtadin. Berisi tentang fiqih.
2. Risalah
ushuluddin. Kitab tauhid bahasa melayu tulisan arab.
Ditulis pada
tahun 1188 H.
3. Tuhfatur
Raghibin.Berisi tentang tauhid.ditulis pada tahun 1188 H.
4. Kanzul
Ma'rifah.Berisi tentang ilmu tasawuf.
5.
Luqthatul'Ajilan.Kitab khusus membahas fiqih tentang perempuan
6. Kitab
Faraid.Berisi tentang tata cara pembagian waris.
7. Al-Qawlul
Mukhatashar.Berisi tentang Imam Mahdi.
Ditulis pad
tahun 1196 H.
8. Kitab ilmu
falak.Berisi tentang astronomi.
9. Fatwa
Sulayman Kurdi. Berisi tentang fatwa-fatwa guru beliau sulayman kurdi
10. Kitabun
Nikah. Berisi tentang tata cara perkawinan dalam syariat islam.
Selain itu
ada pula karya tulisan beliau dalam ukuran besar dan AL_QUR'AN
tulisantangan
beliau dalam ukuran besar dan dengan khath yang sangat indah di Museum nasional
Banjarbaru Kalimantan Selatan.
Kitab -
kitab beliau tersebut sampai sekarang masih dijadikan bahan kajian dan pelajaan
,bahkan sebagai bahan pegangan dalam melaksanakan ibadat,terutama kitab Sabilal
Muhtadin.Kitab Sabilal Muhtadin ini tersiar luas di Asia Tenggara bahkan sampai
ke Mekkah dan Mesir , dan ini merupakan salah satu karamah ( kemulian ) beliau.
maulan Syekh
Muhammad Arsyad Al-banjari mempunyai 11 (sebelas) orang istri,dan mempunyai 30
(tiga puluh ) orang anak,istri-istri beliau adalah:
1. Tuan
Bajut.
2. Tuan
Bidur.
3. Tuan
Lipur.
4. Tuan
Guwat.
5. Tuan ratu
Aminah.
6. Tuan
Gandar Manik.
7. Tuan
Palung.
8. Tuan
Turiah.
9. Tuan
Daiy.
10. Tuan
markidah.
11.Tuan
Liyuh.
Karamah
(Kemulian) beliau adalah makam beliau yang sampai sekarang sangat ramai
diziarahi orang.Dengan ziarahnya orang-orang yang datang dari segala penjuru
Kalimantan dan Luar Kalimantan,mereka membagi - bagikan hadiah pada penduduk
Kalampayan yang ada disekitar makam itu.Hal ini adalah nikmat dan rizeki bagi
masyarakat sekitar makam beliau,dengan kata lain,walau beliau sudah lama
meninggal dunia, beliau masih dapat membantu penduduk kampung sekitar makam
beliau.
